"PEMBERDAYAAN KAUM DHUAFA YANG DILAKSANAKAN MAHASISWA PBSI FKIP UHAMKA"



 Assala'mualaikum wr.wb


        Kami dari Mahasiswa di Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan dengan program studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Bahasa Indonesia (PBSI) UHAMKA. Program pemberdayaan keluarga dhu’afa yang ditugaskan dalam mata kuliah KemuhammadiyahanPemberdayaan kaum dhuafa ini merupakan suatu kegiatan yang mendorong manusia untuk melakukan perbuatan baik tanpa adanya paksaan, kegiatan tersebut dilakukan untuk membantu sesama yang nasibnya kurang beruntung dibanding kita. Landasan gerakan pemberdayaan kaum duafa yang kami lakukan adalah terkait dengan QS. Al-Maun ayat 1-7. 


        Tujuan Kegiatan pemberdayaan kaum dhuafa kali ini adalah tidak lain dan tidak bukan untuk memberdayakan kaum dhuafa agar bisa menggerakan roda perekonomiannya. Agar bisa menaikan taraf kehidupan dalam menjalani kehidupan menjadi lebih baik. Dan dapat menjalin silaturahmi serta mempererat persaudaraan serta bersosialisasi dengan keluarga dhuafa tersebut.

        

        Berawal dari tanggal 26 November 2021 kami sekelompok melakukan observasi, disana kita berbincang banyak mengenai kehidupan keluarga Nenek Manih tersebut. Begitu  kita tahu latar belakang keluarga Nenek Manih langsung sangat tersentuh hati kita semua yang dimana terutamanya yaitu, karena penghasilan Nenek Manih tidak menentu perharinya bahkan susah untuk mencari sesuap nasi karena dengan keadaan Nenek Manih tersebut yang tidak memungkinkan untuk bekerja lagi. Nenek Manih hanya bisa mengambil sampah di rumah-rumah dan mengumpulkan botol-botol aqua bekas kemudian dijual. "Kalau mengandalkan anak terkadang tidak bisa diharapkan karena anak Nenek Manih semuanya sudah berkeluarga dan hidup di kontrakan, maka dari itu Nenek Manih tidak ingin merepotkan anaknya" ujar Nenek Manih.


        Nenek Manih berusia 60+ tahun, beliau seorang janda mempunyai 3 anak, 2 perempuan dan 1 laki-laki. Nenek Manih hidup dengan sebatang kara. Anak Nenek Manih semuanya sudah berkeluarga hidup dikontrakan dekat rumah Nenek Manih. Nenek Manih hanya mendapatkan sumber keuangan dari ia mengambil sampah dan mengumpulkan hasil botol-botol aqua. Penghasilan sehari-harinya tidak menentu, sehingga anak-anaknya membantu Nenek Manih, yang laki-laki bekerja menjadi tukang kuli bangunan dan yang perempuan 2 menganggur. Dengan hasil yang tidak menentu, Nenek Manih merasa tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya. Tetapi beliau tetap merasa bersyukur dengan rezeki yang Allah berikan kepada beliau. 


        Bantuan pemberdayaan yang diberikan kepada Nenek Manih adalah berupa bantuan modal usaha dan sembako. Adapun modal usaha tersebut untuk mengembalikan usaha Nenek Manih yang sudah gulung tikar yaitu memiliki pemancingan. Namun dengan keadaan pandemi seperti ini usaha Nenek Manih gulung tikar karena tidak mampu membeli bibit ikan. 


        Alhamdulillah mulai dari tanggal 26 November 2021 - 27 Desember 2021, kami melakukan penggalangan dana untuk bantuan kehidupan Nenek Manih. Kami berhasil mendapatkan dana sebesar Rp. 1.020.000. Dana tersebut berasal dari penggalangan yang dilakukan baik secara offline maupun online. Dengan dana tersebut kami gunakan untuk membeli sembako dan sisanya kami berikan uang sebesar Rp. 500.000 untuk modal usaha Nenek Manih. 


        Nenek Manih merasa sangat bahagia menerima bantuan yang telah kami berikan kepada beliau, tak lupa dengan ucapan terima kasih Nenek Manih kepada Mahasiswa PBSI FKIP UHAMKA yang telah mengadakan kegiatan pembedaryaan kaum dhuafa ini. "Terima kasih kepada Mahasiswa PBSI FKIP UHAMKA, yang telah memberikan bantuan kepada saya semoga segala kebaikan kalian dibalas oleh Allah SWT". ujar Nenek Manih sebagai tanda ucapan terima kasih.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

" PROBLEMATIKA KELUARGA DI ERA DISRUPSI DAN SOLUSINYA " DAN " PEMAHAMAN TENTANG KASUS-KASUS KONTEMPORER DENGAN KELUARGA "